rays—sequel of ; dern

 


disclaimer : fiction, fanfiction, alternative universe (au), all characters belongs to hoyoverse, apologies for any typos. 


language content : bahasa Indonesia 


•      +    . ˙


Bahagia merupakan kata yang jauh dari kehidupan seorang Kaedehara Kazuha. Hidupnya hanya diisi oleh kekejaman. Saat itu, ia hanya ingin mencoba makanan manis berbentuk bulat dengan tiga warna, tapi kalian tau apa yang ia dapatkan? Ia mendapatkan tiga buah bola mata dengan warna yang berbeda. Dia begitu asing dengan dunia luar, hanya mengerti beberapa saja. Maka tiga benda bulat yang didapatkannya itu, walau tak sesuai harapan, tetap ia makan. Aneh rasanya. 

Saat umurnya menginjak 12 tahun, Kazuha pun memiliki pikiran untuk kabur dari rumahnya. Ia sudah muak dengan kurungan dari kedua orangtuanya. Ia mencari-cari cara keluar dari sana tanpa ketahuan. Walaupun di awal sempat gagal, akhirnya ia pun berhasil keluar. Namun tak lama setelah itu, Kazuha ketahuan dan dikejar mati-matian oleh kedua orangtuanya yang tidak tanggung-tanggung membawa beberapa bawahan juga. 

Pada saat itu, Kazuha sungguh bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberi takdir baik kepada dirinya. Seorang wanita yang terlihat lebih dewasa segera menariknya masuk kedalam semak kala ia berlari dikejar. Orangtua dengan bawahannya telah kehilangan jejak dan berupaya untuk mencarinya ke tempat lain. Wanita itupun dengan pelan menuntun Kazuha pergi ke suatu tempat dengan perlahan dan sejak saat itu, Kazuha tinggal di kapalnya hingga usia menginjak 15 tahun. 

Tepat di ulang tahun Kazuha yang ke-16 terdapat berita duka tentang satu keluarga bangsawan yang pada malam sebelumnya dibantai habis-habisan dan hartanya dirampok tanpa sisa. Keluarga itu adalah Keluarga Kaedehara. Mendengar berita itu, banyak sekali penduduk sekitar yang turut berduka karena bagi mereka keluarga Kaedehara berjasa banyak dan dikenal baik juga dermawan. Namun berbeda dengan anak kandung dari keluarga itu yang telah dikurung bertahun-tahun, ia bingung ingin merasa sedih atau bahagia. Ketika berita itu lewat di telinganya, ia hanya mengabaikan bagai angin lalu dan lebih memilih mengikuti pesta di atas kapal dengan rangka merayakan hari kelahirannya. 


•      +    . ˙

Pada suatu dini hari, Kazuha masih terjaga dalam bilik kamarnya. Ia terjaga bukan tanpa maksud, melainkan Beidou yang memintanya untuk tetap bangun hingga ia memanggilnya. Beidou merupakan wanita yang menyelamatkannya hari itu. 

"KAZUHAAAA, KEMARI LAH!!"

Teriakan Beidou membuat Kazuha terperanjat dan segera ia pergi ke sana. Ketika sampai, ia melihat seorang pemuda dan gadis yang berdiri bersebelahan. 1 kata yang terpikir ketika Kazuha melihat wajah sang pemuda. 'Menawan'. Wajah pemuda itu membuatnya terpana sejenak sampai pemuda itu membulatkan pandangannya saat melihat ke arahnya. 

"Kat... sura.. gi.." 

Pemuda itu terjatuh dan segera Kazuha menangkapnya sebelum wajah menawan itu terantuk kayu kapal yang keras. 

"... Katsuragi?" 

"Ah, sepertinya dia sudah sangat kelelahan. Kazuha, tolong antarkan dia ke bilik." 

Perintah Beidou langsung ia jawab dengan anggukan dan Kazuha segera menggendong pemuda itu menuju bilik nya. 

"Beidou, aku tak dapat berlama-lama disini. Aku masih memiliki pekerjaan untuk pagi ini, jadi aku akan kembali sekarang. Terimakasih sudah ingin menerima Kunikuzushi."

"Ah, kau sudah ingin pergi? Sayang sekali padahal aku ingin mengajakmu istirahat terlebih dahulu agar dapat lebih segar. Baiklah, Hati-hati dijalan!" 

Gadis yang pastinya adalah Fauzan itu pergi meninggalkan kapal dan pulang menuju mansionnya melewati jalan biasanya, bukan hutan yang berliku lagi. Ia juga melepas mantel tebal yang ia kenalan karena gerah, toh Kini sudah tidak bersamanya. 


•      +    . ˙


Suara deburan ombak sampai ke telinga Kunikuzushi, ia tersentak dan segera bangun dari lelapnya. Kunikuzushi mengedarkan pandangannya dan melihat ke sekitar. Tampak begitu asing. 

"Sudah bangun?"

Kuni menoleh ke sumber suara dan kembali terkejut. Akhirnya Kuni ingat, sekarang dirinya berasa diatas kapal dan pemuda di depannya ini yang tadi malam ia temui. Begitu mirip dengannya.. Pikir Kuni. 

"Aku Kazuha. Kau dapat memanggilku sesukamu. Namamu?" 

Sadar diajak berbicara, Kuni berpikir sejenak karena dirinya yang tadi masih belum sinkron dengan keadaan baru. Ia menghela napas dan menjawab pertanyaan Kazuha. 

"Kunikuzushi" 

Hanya itu yang dapat Kuni ucapkan. Karena ia tidak terlalu pandai berbicara, kecuali saat bersama Faruzan. Itupun benar-benar hanya saat bersama Faruzan, ia tidak pandai berbicara dengan pembantu-pembantu di rumahnya, atau penjaga di depan mansionnya. 

"Baik, Kuni. Hari ini, kita makan ikan bakar saja ya. Tapi mohon maaf, makanannya sudah tidak panas karena sudah dari semalam. Kami belum masak makanan yang baru. Sekarang, ganti baju lah terlebih dahulu lalu keluar. Aku akan menunggumu di depan pintu. Oh, untuk bajunya, ada di lemari itu. Kenakan yang manapun kamu suka"

Setelahnya, Kazuha benar-benar keluar meninggalkan Kuni yang masih terdiam. Tidak berniat untuk membuat Kazuha menunggu lama, Kuni segera beranjak menuju lemari tersebut dan membukanya lalu memilah-milah tumpukan baju yang tersusun rapi di lemari kecil samping meja kusam. 

Baju-baju keseharian Kazuha sangat sederhana. Mungkin karena dirinya yang merupakan anak buah dari seorang bajak laut dan bukan berasal dari keluarga yang kaya, pikir Kuni. Ia mengambil baju yang kiranya tidak berbelit dan pas ditubuhnya lalu segeralah ia kenalan baju itu. Nyaman. 

Kuni yang selesai mengenakan baju milik Kazuha langsung keluar dan dapat melihat punggung Kazuha yang setengah menyender ke dinding kapal. Kazuha berbalik dan memoleskan senyum di bibirnya saat melihat ke arah Kunikuzushi. 

"Kau terlihat cocok" 

Mendapat pujian dari orang yang baru ia kenal, membuatnya tersipu dan bingung ingin membalas apa. Kuni hanya menunduk dan menicicitkan kata terimakasih yang tak dapat didengar jelas oleh Kazuha. Setelahnya, mereka berjalan menuju atas kapal untuk menemui Beidou dan menyapa beberapa kru kapal. 

"OOOIII KUNIKUZUSHI! SUDAH BANGUN KAU RUPANYA! Baju Kazuha nampak keren di dirimu HAHA. Hari ini kita makan ikan yang kemarin. Maaf ya, kita belum masak lagi untuk pagi. Biasanya kita akan masak agak siangan. Kazuha, kau dapat menganbilnya ditempat biasa dan makan duluan. Aku masih kenyang minum"

"Kapten, kebiasaan. Jangan lupa sarapan. Minum terus itu tidak baik"

Kazuha menarik lengan Kuni pelan agar mengikutinya ke tempat mereka menyimpan makanan lalu Kazuha meminta Kuni untuk menunggu sebentar selagi ia mengambil 2 porsi ikan. Kazuha keluar membawa 2 ekor ikan yang telah masak dan Kuni sedikit terkejut karena ikan itu lumayan besar. Ia tidak yakin dapat menghabiskan ikan itu sendiri. 

Untung Kazuha merupakan orang yang peka, melihat air muka Kuni saja ia dapat tahu bahwa Kuni tak sanggup memakan ikan sebesar itu, akhirnya ia mengembalikan satu ikan lagi dan berkata untuk makan ikan itu satu berdua. 

Suasana ini baru dirasakan oleh Kunikuzushi. Makan diatas kapal yang berjalan dengan damai suara burung, ombak, dan kru kapal yang kesana-kemari dengan kesibukan masing-masing. Selama ia hidup sendirian, ia mungkin hanya makan ditemani serangga kecil. Saat bersama Faruzan, suasana terasa hening karena hanya terdengar suara gesekan garpu dan piring, juga gelas yang dituang air. Faruzan merupakan bangsawan yang pasti memiliki manner dalam segala hal. 

Kuni akui, suasana baru ini terasa begitu nyaman dan menyejukkan. Tidak ada aturan dan tidak kesepian. Makanannya sederhana, tidak terlalu mewah seperti yang Faruzan suguhi dan tidak busuk seperti yang ia temui. 

"Kau suka?"

Pertanyaan Kazuha dijawab anggukan oleh Kuni yang mulutnya masih dipenuhi oleh ikan. Hal itu membuatnya tersenyum untuk kesekian kalinya. Kazuha tak pernah merasa sesenang ini sebelumnya. Mungkin saja ia senang karena mendapat teman baru? 

Setelah makan, kegiatan yang dilakukan Kazuha dan Kuni adalah berkeliling lalu Kazuha menjelaskan beberapa fungsi ruangan dan benda-benda di kapal itu, seperti tour guide. Beidou membiarkan mereka bersenang-senang hingga malam hari tiba, mereka bertiga membahas suatu hal penting dengan serius


•      +    . ˙


"Kazuha, Kuni, kalian sudah tau kan setelah ini akan dibawa kemana?"

Kazuha mengangguk, berbeda dengan Kuni yang diam saja menatap lurus kearah Beidou. Sesungguhnya, ia sudah tau akan dibawa kemana. Tetapi ia tidak ingin mengingat tempat itu lagi. 

"Kalian akan aku turunkan disana, hanya kalian berdua, tanpa aku. Lalu Kazuha, aku akan berikan alamat juga denah dimana tempat yang akan menampungmu untuk bekerja. Kuni, kau cukup ikuti saja kemana arah Kazuha pergi" 

Kuni mengangguk pelan. 

"Ini, alamat dan denahnya. Kau ikuti dari arah pelabuhan. Kalau sudah sampai ke tempat ini. Kau akan bertemu sang tuan rumah, aku sudah membuat janji. Entah yang perempuan atau yang lelaki yang akan kau temui. Mereka Kamisato bersaudara, yang akan menyambut kalian. Kurang lebih tentang kalian sudah kuberi tahu, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Keluarga Kamisato juga sangat baik. Aku testimoninya, HAHA." 

"Sudah, sekarang kalian tidur agar besok tidak kesiangan."

Keduanya pun kembali ke kamar dan mulai merapikan kasur sebelum dipakai untuk tidur. Selama Kazuha masih merapikan, Kuni membuka suara dan bertanya. 

"Apakah aku.. Akan baik-baik saja?"

Mendengar Kuni yang akhirnya bersuara, membuat Kazuha terdiam sejenak karena pertanyaannya. 

"Kau akan baik-baik saja, aku yakin. Kalau kau tidak aman, atau dalam bahaya, aku akan datang. Aku yang akan melindungimu." 

Jawaban Kazuha membuat hati Kuni jauh lebih tenang. Karena ia belum pernah mendapat pengakuan perlindungan se-yakin yang Kazuha katakan. Faruzan sekalipun tidak pernah mengatakan hal meyakinkan seperti itu. Karena Faruzan masih khawatir tidak dapat melindungi Kuni dengan baik. Dan benar saja, Fatui mencari Kuni hingga ke daerahnya. 


•      +    . ˙


Sebelum matahari terbit, Kazuha telah terjaga dan mempersiapkan barang-barangnya. Awalnya ia berniat untuk membangunkan Kuni juga, tetapi ia tidak tega ingin membangunkan dan membiarkan nya untuk terlelap beberapa saat lagi. 

"Kenapa kau tidak membangunkan ku?" 

Kazuha belum sempat menoleh, namun ia dapat mengetahui dari nada biacaranya, Kuni tampak kesal karena tidak dibangunkan. 

"Maafkan aku. Kurasa kau masih kelelahan, jadi aku tidak ingin membangunkanmu." 

Kuni tidak membalas perkataan Kazuha dan segera beranjak dan ikut berkemas. 

Mereka selesai tepat saat matahari terbit dan kapal juga sudah dekat dengan pelabuhan. Keduanya keluar dari bilik menuju ke tempat Beidou untuk berpamitan. Kapal pun singgah dan Kedua pemuda itu turun dari kapal, disertai Beidou dibelakangnya untuk menyapa beberapa pekerja disana. 

"Kalian, berhati-hatilah. Jangan sampai membahayakan diri sendiri ya! Ciao~"

Beidou kembali masuk kedalam kapal dan tanpa menunggu kapal itu menghilang, Kazuha sudah mengajak Kuni untuk berjalan duluan. 

Inazuma.. Kota kelam dan tempat yang paling di benci oleh Kunikuzushi. Ia bergidik ketika menginjakkan kaki lagi setelah sekian lamanya tidak berada di tempat itu. Namun, suasana di kota itu telah jauh berubah sejak belasan tahun lalu. Ia tidak menerima beberapa hawa mencekam lagi yang selalu menghantui dirinya. 

Kini, dirinya berjalan ber-iringan dengan Kazuha yang menggenggam tangannya agar keduanya tidak terpisah. Sebelum Kuni turun dari kapal pun ia sudah menggunakan topi kebanggaannya yang terlihat seperti tudung saji itu. Mereka berjalan sesuai denah yang yang diberikan oleh Beidou. 

Hingga mereka sampai di tujuan, mereka tak berhenti terkagum-kagum dengan rumah mewah luas yang bernuansa tradisional. Rumah itu sangat khas dengan kota Inazuma. Kazuha mencoba mendekati gerbang namun ditahan oleh kedua penjaga. 

"Siapa kalian? Apa tujuan kalian kesini?"

"Kami merupakan tamu yang dikirim oleh Kapten Beidou. Tujuan kami adalah untuk bertemu dengan sang tuan rumah."

Mendengar nama Beidou, penjaga itu menghindar dan membuka gerbang rumah tersebut. Keduanya masuk dan masih kagum dengan isi dari halaman tersebut. Sungguh menyejukkan. 

Ketika keduanya telah menginjak teras rumah, beberapa pelayan datang untuk menyampaikan kata tunggu dan tak lama kemudian seorang gadis dengan pakaian yang berbeda dengan pelayan lain datang dengan anggun. Wajahnya tertutup setengah oleh kipas yang sengaja ia buka dan arahkan ke depan wajahnya. 

"Kaedehara dan Kunikuzushi, ya?"

Tanya gadis itu lembut. Pertanyaan itu dijawab anggukan oleh keduanya, lalu gadis itu menutup kipasnya dan membungkuk hormat didepan keduanya. 

"Perkenalkan, aku Kamisato Ayaka. Adik dari kepala klan keluarga kami, Kamisato Ayato." 



•      +    . ˙


all characters from : 
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Genshin_Impact

pic source : 
https://youtu.be/0YzmuPmUYE4

Komentar